Prinsip penciptaan manusia

Al-Insaan

Sebagai manusia selain meyakini Alloh, kita pun harus meyakini adanya qodo & qadar (ketetapan dan ketentuan) Alloh. Manusia adalah makhluk ciptaan Alloh, yang pada mulanya tidak dapat dikatakan susuatu pun (bukan apa-apa), tidak ada, tidak berwujud dan tidak berbentuk.

Kita dapat meyakininya dengan melihat firman-Nya :

هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا

“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum  merupakan sesuatu yang dapat disebut? “(Al-Insan (76) : 1)

أَوَلَا يَذْكُرُ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْئًا

“Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?”(Maryam (19) : 67)

Kedua ayat di atas dimulai dengan kalimat istifham, yang menuntut perhatian supaya manusia memikirkan diri dan mengetahui bagaimana proses kejadiaanya. Sehingga dengan demikian diharapkan manusia akan bertingkah laku dengan benar dalam kehidupan di dunia ini, sesuai dengan fungsi dan tujuan penciptaannya.

Kejadian penciptaan manusia ini, menunjukan Ke-Maha Kekuasaannya Allah. Semoga menjadi kejadian/hal yang dapat direnungkan, karena tanpa kekuasaan-Nya diri kita bukanlah apa-apa dan tidak ada artinya.

Advertisements

One thought on “Prinsip penciptaan manusia

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: